Puisi “Lewat Rauma Lama” di Berita Harian Ahad

Photo 7-19-15, 16 51 39
Photo 7-19-15, 16 51 43

Review Buku “Jaulah Sampai Syurga” oleh Aini Akmalia

oleh: Aini Akmalia

dipetik dari laman Goodreads

Jujur saya katakan, hanya ada satu sebab mengapa saya mahu memiliki buku ini. JEPUN. Ya, semuanya kerana elemen Jepun diselitkan sebagai latar utama dalam kumpulan puisi ini. Kantoi sudah yang saya suka Jepun. Hehe. Tak kisahlah, sebab saya memang sukakan Negara Matahari Terbit itu. Setiap kali saya pulang ke Malaysia, pasti saya akan tonton rancangan dokumentari terbitan Astro, “Jejak Jepun” yang dipengacarakan oleh pelawak Zizan Razak. Saya tak pernah jemu menonton setiap episod berulang-kali, apatah lagi Astro yang terkenal dengan konsep “ulang tayang”nya. Satu lagi sebuah saluran TV antarabangsa Discovery Channel Asia, juga ada banyak memaparkan dokumentari berkaitan dengan Jepun. Saya tak lepaskan peluang menontonnya. Ia satu ketenangan dengan mencuci mata melihat kebudayaan dan keindahan Jepun. Bilalah dapat ke sana…

Buku ini mengangkat tema ukhuwah dan suara kemanusiaan dalam pembebasan Al-Aqsa, sesuai dengan tajuknya “Jaulah Sampai Syurga”, yang mana kita selalu mengharapkan perhubungan sesama manusia yang terjalin atas dasar kasih sayang ini berkekalan hingga ke syurga, berharap melayari ranjau perhubungan ini ke akhirnya. Bahasanya puitis, indah dan mudah difahami, dengan berlatarkan beberapa nama tempat di Jepun dan kaligrafi Jepun yang turut dimuatkan di dalam buku ini menjadikan ianya dibaca seakan-akan saya sedang duduk bersimpuh di halaman rumah tradisional Jepun sambil ditemani secawan teh hijau dan diselimuti lambaian bungaan sakura yang ceria. Eceh heaven betul perasaan. Tapi sungguh, serasa hangat perasaan mahu berukhuwah itu, serasa bahagia kita dipertemukan dengan tarbiyah dan keinsafan.

Saya tak pandai kritik puisi. Bagi saya, puisi ialah sesuatu yang saya nikmati secara santai. Apapun, keseluruhan puisi sangat mengesani jiwa dan unik sekali. Saya terkejut membaca latar belakang penulis yang sedang menuntut di Jepun, sedang puisinya punyai hawa Timur Tengah.

Puisi Getar Listrik di Mingguan Malaysia 21 Jun 2015

Muhammad Iqbal dan Filsafatnya “Eksistensialisme” (Filsafat Islam)

Muhammad Iqbal dan Filsafatnya “Eksistensialisme”

Abstrak

Religisiutas sebagai sarana mencapai eksistensi menurut filsafat Muhammad Iqbal. Sebuah kajian eksistensialisme kritik Iqbal tentang fatalisme Islam dan Materialisme Barat Modern. Manusia sebagai makhluk eksistensial dituntut untuk memenuhi eksistensi dirinya, bersifat aktif, dinamis, dan kuat. Manusia tidak seharusnya pasif, statis, bahkan menarik diri dari kepentingan duniawi dan tunduk secara buta pada ajaran tertentu. Materialisme Barat Modern telah menghilangkan metafisika dan mengakibatkan timbulnya krisis eksistensial manusia, alienasi, dan dehumanisasi.

Kata Kunci : Eksistensialisme, Fatalisme, Materialisme, Alienasi, Dehumanisasi

Terus membaca ‘Muhammad Iqbal dan Filsafatnya “Eksistensialisme” (Filsafat Islam)’

Allamah Sir Muhammad Iqbal: Penyair Yang Pemikir

Originally posted on ummahonline.com:

Oleh: Ekky Malaky

Muhammad Iqbal adalah sosok besar dalam khazanah kebudayaan Islam. Pemikirannya dikemasnya dalam bentuk puisi, dan itu membuatnya abadi. Muhammad Iqbal, lahir 9 November 1877. Dia adalah seorang filsuf, pemikir, cendekiawan, ahli perundangan, reformis, politikus, dan yang terutama: penyair. Dia berjuang untuk kemahuan umat Islam dan menjadi “bapa spiritual” Pakistan.

View original 1,501 more words

Puisi Delta Zhujiang II di Mingguan Malaysia (31 Mei 2015)

FullSizeRender

16 Cerpen Remaja Saringan Akhir HSKU 2013

hsku


bilangan pengunjung

  • 14,144

Muzaf Ahmad-writer

[CERPEN TERBARU]

Indrasyawal

"Indrasyawal segera teringatkan sekeping risalah yang diterimanya daripada seorang aktivis Palestin di KLIA sebelum masuk ke perut pesawat beberapa jam yang lepas. Di muka hadapan risalah itu tertulis: Mahu menyumbang untuk saudara-saudara kita di Gaza? Berusahalah bersungguh-sungguh untuk menjadi muslim yang benar-benar mengamalkan Islam dalam kehidupanmu… Ya Allah, ampunkanilah dosa-dosa kami. Untuk orang-orang yang bersabar, sinar kemenangan pasti tiba."

Ikut

Get every new post delivered to your Inbox.